Thomas Aquinas



Santo Thomas Aquinas (1226 - 1274)
28 Januari - Teolog, Pujangga dan Doktor Gereja, pelindung para ilmiawan, khususnya ahli teologi, perlambang bagi semua universitas dan para pelajar/mahasiswa

Thomas lahir sekitar tahun 1226. Ketika berusia 5 (lima) tahun, ayahnya, seorang bangsawan bernama Lundolph Aquino mempercayakan biarawan-biarawan Benediktin di Monte Casino untuk mendidiknya. Gurunya sangat terkejut dan bangga dengan kemajuan yang dicapai oleh Thomas, karena ia belajar sesuatu hal dengan sangat cepat melampaui murid-murid lainnya, selain itu Thomas pun penuh dengan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada usia dimana Thomas harus menentukan jalan hidupnya, ia memutuskan untuk meninggalkan semua miliknya dan bergabung dengan ordo Dominikan, meskipun bertentangan dengan keluarganya. Tahun 1243 pada saat umurnya 17 (tujuh belas) tahun, ia bergabung dengan para biarawan Dominikan di Napoli. Beberapa anggota keluarganya sangat berkeberatan dengan keputusan yang diambilnya, hingga satu hari kedua kakaknya menculiknya dan mengurungnya dalam sebuah benteng supaya ia tidak bisa mengikuti para biarawan Dominikan tersebut. Bahkan sampai mengirimkan seorang wanita ke kamar Thomas untuk menggodanya. Tetapi semua usaha tersebut tidak membuahkan hasil, Thomas tetap bertekun dan berdoa dengan apa yang telah diputuskannya.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya di Napoli, ia pergi ke Koln dan belajar pada St. Albertus Agung. Di sini ia mendapatkan julukan "dumb ox" karena sifat diam dan ukuran badannya, tetapi ia tetap menjadi seorang murid yang pandai. Pada umur 22 (dua puluh dua) tahun ia telah mengajar filsafat dan teologi di sana dan mulai mempublikasikan karya-karyanya. Sebagian besar waktunya digunakan untuk berdoa, mengajar dan menulis. Empat tahun kemudian ia dikirim ke Paris, kini Thomas telah menjadi seorang pastor. Pada usia 31 (Tiga puluh satu) tahun, ia mendapatkan gelar doktornya.

Di Paris ia berteman baik dengan Raja St. Louis dan seringkali mereka bersantap malam bersama. Pada tahun 1261, Paus Urban IV memanggilnya ke Roma untuk mengajar. Di sana ia menolak segala bentuk hukum dan peraturan gereja yang beranggapan bahwa dengan jubah imam dapat menaikkan derajat orang yang mengenakannya. Ia pernah ditawarkan untuk memimpin Keuskupan Agung Napoli oleh Paus Clementius IV, tetapi ia menolaknya.

Ada yang mengatakan bahwa kepandaian Thomas yang mengagumkan itu bukan karena kegeniusannya, melainkan karena ketekunannya dalam berdoa. Gereja mewarisi karya-karya Thomas sebagai harta karun Gereja yang sangat berharga. Ia disebut Doctor Angelicus yang berarti Doktor Malaikat, karena makna tulisan-tulisannya lebih bersifat ilahi daripada duniawi.

Ia sangat menghormati Sakramen Maha Kudus yang tercermin dalam banyak doa dan nyanyian yang dikarangnya, seperti "Adoro Te", "Verbum Supermum".

Ia meninggalkan "Summa Theologica" yang sedang dibuatnya tetapi tidak selesai sebagai prasasti dari hasil pengabdian dan belajarnya terhadap Tuhan. Ketika itu ia dalam perjalanan untuk menghadiri Konsili kedua di Lyon atas perintah Paus Gregorius X, ia jatuh sakit dan meninggal di biara Sistersian di Fossa Nouva pada tahun 1274. Ia masih sempat mentafsirkan Kitab Suci kepada para biarawan yang merawatnya.


Share on Google Plus
    Please add Your Comment
    Comment on smileambon